BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sampai saat ini sudah ditemukan 115 macam unsur dengan
sifat-sifat yang khas untuk setiap unsur. Ketika unsur yang di kenal sudah
banyak, para ahli berupaya membuat pengelompokan sehingga unsur-unsur tersebut tertata
dengan baik. Puncak dari usaha-usaha para ahli tersebut adalah terciptanya
suatu daftar yang disebut sistem periodik unsur-unsur. Sistem periodik ini
mengandung banyak informasi mengenai sifat-sifat unsur sehingga dapat membantu
kita dalam mempelajari dan mengenali unsur-unsur yang kini jumlahnya 155 macam.
Latar belakang pembuatan makalah ini adalah untuk
mengetahui sejarah perkembangan tabel periodik unsur, mempelajari sifat-sifat
unsur periodik tersebut serta mengenali lebih jauh mengenai Sistem Periodik
Unsur.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
sejarah sistem periodik unsur?
2.
Bagaimana
sistem periodik medern?
3.
Bagaimana
perkembangan dasar pengelompokkan unsur?
4.
Apa saja
sifat-sifat dari periodik unsur?
5.
Apa saja
golongan unsur dalam sistem periodik?
BAB II
PEMBAHASAN
A. SISTEM PERIODIK UNSUR
Sampai saat ini sudah ditemukan 115
macam unsur dengan sifat-sifat yang khas untuk setiap unsur. Jika unsur-unsur
itu tidak diorganisir secara tepat, maka akan mengalami kesulitan dalam
mengidentifikasi dan mempelajari unsur-unsur. Oleh karena itu, sejak dulu ada
upaya menggolongkan unsur berdasarkan sifat yang diamatinya. Sifat yang mirip
dari berbagai unsur dihimpun ke dalam satu kelompok, sedangkan sifat yang beda dipisahkan
dan dikelompokkan ke dalam himpunan yang lain.
Pertama kali pengelompokkan
unsur-unsur didasarkan pada sifat logam, bukan logam, dan semi logam
(metalloid), kemudian pengelompokkan didasarakan pada massa atom, yang pada
waktu itu sudah diketahui. Dengan diketahuinya bahwa nomor atom merupakan sifat
khas unsur (temuan Moseley), pengorganisasian unsur disusun berdasarkan urutan
nomor atom dalam bentuk periode panjang.
Orang pertama yang menyusun tabel
periodik unsur adalah johan W. Dobereiner. Susunannya didasarkan pada massa
atom yang didasarkan pada teori atom Dalton. Menurut Dalton, massa atom
merupaka sifat khas yang membedakan suatu unsur dengan unsur-unsur lain. Dengan
demikian, terhadap hubungan antara massa atom dan sifat-sifat atom unsur.
Menurut Dobereiner, jika massa atom
unsur A ditambah massa atom unsur B kemudian dirata-ratakan menghasilkan massa
atom unsur tertentu, maka ketiga unsur tersebut akan memilikia sifat yang
mirip. Ketiga unsur ini dinamakan triade. Contoh, jika massa atom klorin (35)
ditambahkan massa atom iodin (127) kemudian dirata-ratakan, hasilnya akan sama
dengan massa atom bromium (80), sehingga ketiga unsur tersebut akan memiliki
sifat yang mirip, baik sifat fisik, maupun sifat kimianya.
Pada perkembangan selanjutnya, john
Newland menemukan hubungan antara sifat unsur dan massa atom dengan cara lain,
yaitu jika unsur-unsur dideretkan menurut kenaikan massa atomnya, maka unsur
yang kedelapan akan memiliki sifat mirip dengan unsur yang pertama. Deretan
unsur ini dinamakan Hukum Oktaf. Namun demikian , dengan bertambahnya jumlah
unsur yang ditemukan, terdapat beberapa unsur yang tidak sesuai dengan hukum
oktaf. Misalnya, Cr tidak mirip dengan Al; Mn tidak mirip dengan P; dan Fe
tidak mirip dengan S.
Dalam waktu hampir bersamaan, Lothar
Meyer dan Mendeleyev menemukan hubungan massa atom dan sifat unsur secara lebih
umum. Meyer mempelajari sifat berkala unsur berdasarkan pada volume atom yang
diperoleh dari massa jenis atom. Jika volume atom dialurkan terhadap massa atom
akan dioeroleh suatu kurva. Unsur-unsur yang terletak pada titik-titik kurva
memiliki sifat yang hampir mirip. Lain halnya dengan Mendeleyev, dia menyusun
tabel periodik unsur berdasarkan sifat kimia dan fisika dan diurutkan
berdasarkan massa atom sama seperti para pendahulunya. Keunggulan Mendeleyev
adalah kemampuan memprediksi sifat-sifat unsur yang belum ditemukan pada waktu
itu.










0 komentar
Posting Komentar