Share

Get This


Get this widget!

Selamat datang para kawan semua, Mudah-mudahan dengan adanya web ini dapat bermanfaat

Pages

Minggu, 04 Mei 2014

Makalah Praktikum Ligan - Kimia Anorganik


 



 I.  PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Dalam sistem periode unsur, salah satunya kita mengenal unsur-unsur transisi. Unsur-unsur transisi ternyata memiliki sifat-sifat unsur transisi adalah kemampuanya membentuk berbagai jenis senyawa, Karen aunsur ini memiliki beberapa bilangan oksidasi yang terjadi karena seluruh atau sebagian dari elektron-elektron pada kulit ketiga dapat digunakan bersama-sama dengan elektron pada kulit 4s untuk membentuk senyawa-senyawa kompleks yang beranekaragam.
Banyak Ion logam khususnya logam peralihan, mempunyai kemampuan membentuk ikatan dengan gugus penyumbang elektron (ligan) jumlah ligan yang terkordinasi dan penyebaran geometris ligan ini disekitar logam merupakan ciri yang membedakan sebuah ion kompleks dari ion kompleks lainnya. Untuk memahami reaksi yang terjadfi pada pengaruh ligan terhadap warna ion kompleks, maka dilakukan percobaan sebagai berikut.

1.2 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah mahasiswa mampu mempelajari pengaruh ligan terhadap warna ion kompleks melalui percobaan.





IV.  PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan
Bedasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil pengamatan sebagai berikut:
Percobaan
Hasil Pengamatan
  FeCl3   +    NaCl
(orange)     (bening)
FeCl3 berwarna orange kecoklatan (++)
     FeCl3   +    H2O
   (orange)     (bening)
Kuning kecoklatan (++++)
  FeCl3   +    KSCN
(orange)      (bening)
Hijau kecoklatan
  FeCl3   +    H2C2O4
(orange)      (bening)
Kuning pudar
  FeCl3   +    NH3
(orange)     (bening)
Coklat
  FeCl3   +    CuSO4
(orange)       (biru)
Hijau

4.2   Pembahasan
Salah satu sifat unsur transisi adalah kemampuanya membentuk sebagai jenis senyawa, karena unsur-unsur ini memiliki bilangan oksidasi yang terjadi karena seluruh atau sebgian dari elektron, elktron pada kulit ketiga dapat digunakan bersama-sama dengan elektron pada kulit 45 untuk membentuk senyawa-senyawa kompleks yang beranekaragam warna. Dalam percobaan ini dipelajari pebedaan warna dengan beberapa jenis ligan.
Adapun langkajh kerja yang harus dilakukan yaitu memasukan larutan FeCl3 yang telah disiapkan. Ketiga masing-masing dengan 1ml larutan FeCl3 tadi diisi dengan satu jenis ligan yang telklah disiapkan. Jenis-jenis ligan yang telah dfisapkan yaitu larutan ammonia 1M, larutan KSCN 1M, larutan CuSO4 1M, larutan NaCl, larutan oksalat 1m dan aquades. Keempat, melakukan pengamatan terhadap warna kompleks untuk setiap percobaan (15 menit). Bedasarkan percobaan yang telah digunakan maka diperoleh hasikl bahwa larutan FeCl3 mengalami perubahan warna setelah ditetesi dengan keempat larutan ligan tadi. Larutan FeCl3Mengalami perubahan  perubahan warna bewarna orange, setelah ditetesi dengan larutan NaCl tadi w2arnanya berubah menjadi kuning kecoklatan tadi. Larutan FeCl3 yang ditetesi H2O juga berwarna kuning kecoklatan tetapi lebih pekat dari perubahan warna pada FeCl3  ditambah NaCl. . Larutan FeCl3  yang dirtetesi KSCN warnanya berubah menjadi hijau kecoklatan. Larutan FeCl3 ditambah H2C2O4 warnanya berubah menjdi kuning pudar. Kemudian FeCl3  ditetesi NH3 warnanya menjadi kecoklatan dan FeCl3 ditetesi CuSO4 warnanya berubah menjadi hijau. Dari sinilah didapat dilihat bahwa penambahan ligan pada larutan FeCl3 menghasilkan warna-warna yang berbeda pada ion kompleks.
Banyak ion logam peralihan mempunyai kemampuan komponen membentuk ikatan dengan gugur penyumbang elektron (ligan). jumlah ligan yang terkordinasi dan penyebaran geometris ligan ini disekitar logam merupakan ciri yang membedakan sebuah ion kompleks dari ion kompleks lainnya.
beberapa ligan mempunyai lebih dari satupasangan elektronuntuk disumbangkan. Ligan multidetrarelal ini dapat terikat serentak pada dua posisi atau lebih dalam lengkungan kordinasi ion logam padat. Pengikatan berganda ini menghasilkan ion kompleks dengan bentuk cairan cincin yang terdiri dari 5 atau 6 anggota yang disebut kelat.
untuk meamai satu ion kompleks diperlukan penerapan seperangkat aturan tertentu. Aturan ini digunakan sebagai petunjuk jumlah dan jenis ligan, bilangan oksidasi ion logam pusat dan apakah ion kompleks bersifat netral anion atau kation.
Pada posisi lengkung kordinasi ion pusat dimana pengikat ligan dapat terjadi tifdak selalu ekuivalen. Pada koisomeran geometris terdapat struktur yang berbeda, hasilnya mempunyai sifat yang berbeda, hasilnya mempunyai sifat yang berbeda pula, tergantung dimana pengikatan terjadi. Bentuk keisomeran yang lain tergantung pada factor tertentu, seperti atom gugus ligan dimana ikatan terjadi dan apakah gugus terjadi didalam atau diluar lengkung  kordinasi ion logam


                        NH3Cl
         Co          NH3 - NH3- NH3- NH3Cl
                        NH3Cl
                        Cl
         Co          NH3 - NH3- NH3- NH3Cl
                        NH3Cl

                         Cl
         Co          NH3 - NH3- NH3- NH3Cl
                        Cl
Struktur ion kompleks dapat diuraikan dengan pendekatan skema hibridisasi orbital menggunakan teori ikatan valensi. Suatu teori yang lebih berhasil menjelaskan sifat magnetis dan sifat ion-ion kompleks ialah toeri medan Kristal, yang menjabarkan pemisahan tingkat energy sebagai akibat  tolak menolak Antara elektron pusat dan elektron ligan. Pada pemisahan yang berbeda dihasilkan dari struktur geometri yang berbeda.
Penyerapan radiasi elektromagnetik dalam ion yang dapat terpisahkan dari satu tingkat energy ke tempat energy lainya. Komponen cahaya terserap dari energy transisi pada panajang gelombang cahaya tampan cahaya yang diteruskan akan berwarna (Petrucci, 1992).
Pada awalnya G.N Lewis dan N.V Sidwick mengemukakan pengertian nomor atom efektif untuk menjelaskan ikatan pada ion kompleks, yang kemudian dilanjutkan dengan teori kordinasi yang dikemukakan oleh Alfrod Worner. Dengan berkembangnya teori atom dan ditemukannya sifat-sifat ion kompleks yang tidak dapat dijelaskan melalui teori kordinasi yang dikemukakan worner, maka meujuk beberapa teori.
Sifat-sifat kompleks seperti bentuk geometri, warna, kestabilan dan sifat magnet dapat dijelaskan melalui pendekatan yang menggunakan teori ikatan valensi, teori orbital molekul dan teori medan listrik.
molekul NH3 yang mempunyai sepasang elektron bebas, dapat berikatan dengan ion positif dengan cara menyumbangkan pasangan elektron bebas tersebut pada ion lain dan membentuk ikatan kovalen kordinasi. Dengan atom NH3 dapat membentuk ikatan kovalen kordinasi.










III.  PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut:
1.      Penambahan ligan pada senyawa atau larutan FeCl3 menyebabkan terjadinya perubahan warna.
2.      Dari cepat dan lambatnya perubahan warna yang didapat kita ketahui, warna ligan kuat (cepat perubahan warnanya) dan ligan lemah (lambat perubahan warnanya).
3.      Perubahan warna paling cepat terjadi pada saat penambahan KSCN
4.      Urutan kekuatan ligan pada makalah ini adalah sebagai berikut:
SCN- > SO42- > NH3 > C2O42- > H20 > Cl-

3.2  Saran

Dalam makalah ini banyak kelebihan dan kekurangan dalam isi materi maupun bobot dari makalah ini masih kurang dari apa yang seharusnya. Maka kami mohon sarannya agar kedepannya dalam penulisan dan penyusunan makalah ini lebih baik lagi dan lebih bermutu lagi.

0 komentar

Posting Komentar